
Intensitas genangan air akibat fenomena banjir rob masih membebani aktivitas warga di sejumlah lokasi di Kota Banjarmasin, mayoritas disebabkan oleh sumbatan pada jaringan drainase.
Menanggapi kondisi tersebut, H. M. Yamin HR, Wali Kota Banjarmasin, melaksanakan peninjauan lapangan langsung untuk memantau titik terdampak dan memobilisasi upaya penanganan kolaboratif bersama masyarakat.
Peninjauan tersebut dilakukan pada Jumat, 9 Januari 2026. Yamin menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor) guna memastikan akses ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Rute pemantauan meliputi Jalan Mahat Kasan, Komplek Satelit, Komplek DPR Mesjid Asshobirin, Komplek Kayu Manis, dan berakhir di Jalan Pramuka, tepatnya di jembatan yang terletak di depan Komplek Grand Pramuka.
Dalam inspeksi tersebut, Yamin kembali menemukan faktor-faktor yang memperparah kondisi banjir. Di antaranya adalah keberadaan bangunan yang melanggar batas sempadan sungai serta penyumbatan signifikan pada beberapa saluran air. Genangan yang dilaporkan telah mencapai ketinggian lutut orang dewasa ini telah menghambat mobilitas dan aktivitas warga selama hampir satu bulan.
Menyikapi situasi tersebut, Wali Kota menyampaikan komitmennya untuk memastikan genangan dapat segera surut.
"Pemerintah kota akan terus berupaya maksimal dan membangun kolaborasi erat dengan masyarakat untuk menanggulangi persoalan ini," tegas Yamin.
Lebih lanjut, ia mengimbau para pelaku usaha yang berlokasi di sepanjang jalan kota agar memberi perhatian khusus pada fungsi jalur drainase. Yamin menekankan pentingnya menjaga kebersihan badan sungai.
"Membuang sampah ke sungai adalah tindakan yang menyumbat saluran air, yang pada gilirannya akan memperburuk dampak bencana banjir," pungkasnya.
