
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyaksikan langsung kegiatan gotong royong yang melibatkan puluhan warga Kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan. Aksi bersih-bersih massal ini difokuskan pada pemulihan fungsi di kawasan Tatah Belayung yang berlokasi di RT 27, dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan respons terhadap kondisi Sungai Tatah Belayung yang berperan vital sebagai urat nadi drainase di kawasan tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, aliran air terhambat signifikan akibat akumulasi sedimen dan tumpukan sampah, yang memicu potensi luapan.
Menindaklanjuti instruksi pimpinan daerah, inisiatif pembersihan sungai ini melibatkan berbagai pihak, termasuk aparatur perangkat daerah setempat, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin yang turut mengerahkan perahu fiber untuk area sulit dijangkau serta partisipasi aktif warga dari belasan RT di antaranya RT 35, 50, 38, 5, 26, 8, 43, 9, 1, 31, 32, 25, 12, 45, dan RT 24, termasuk relawan pemadam kebakaran di sekitar lokasi.
Yamin menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang ditunjukkan oleh seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan cerminan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam memelihara lingkungan kota.
“Aktivitas gotong royong seperti ini harus terus digalakkan. Sungai merupakan urat nadi kota, dan apabila dijaga secara kolektif, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Yamin juga menyoroti aspek infrastruktur di sepanjang aliran sungai yang dinilai belum optimal, khususnya terkait tanggul penahan. Ditemukan bahwa tanggul tersebut tidak sepenuhnya membentang, yang menjadi salah satu faktor penyebab luapan air.
Menanggapi temuan ini, Yamin menyatakan akan segera menginstruksikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk berkoordinasi intensif. Pihaknya juga berkomitmen untuk berkonsultasi dengan Balai Wilayah Sungai guna mencari solusi teknis terbaik dan komprehensif.
Wali Kota menambahkan bahwa pemeliharaan kebersihan sungai memiliki peran krusial tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai strategi utama dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga.
"Upaya ini adalah perhatian serius kita untuk mencegah genangan, khususnya di kawasan Mahantas. Saya meminta seluruh pemangku kepentingan dan warga untuk selalu siaga dalam memfasilitasi gerakan swadaya berkelanjutan seperti ini," pungkasnya. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa disertai kesadaran dan kepedulian kolektif masyarakat dalam merawat kebersihan sungai.
