Sambut Lima Abad Banjarmasin, Pemko Banjarmasin dan Dekranasda Sosialisasikan Lomba Desain Motif Sasirangan

Sambut Lima Abad Banjarmasin, Pemko Banjarmasin dan Dekranasda Sosialisasikan Lomba Desain Motif Sasirangan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mematangkan persiapan perayaan lima abad usia kota dengan memperkuat sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif. Langkah ini diawali dengan pembukaan Sosialisasi Lomba Desain Motif Sasirangan Kota Banjarmasin 2026 yang berlangsung di Rumah Kemasan Banjarmasin, Jalan Kayu Tangi, Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Neli Listriani. Agenda ini diproyeksikan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kain sasirangan sebagai simbol identitas dan warisan budaya masyarakat Banjar.

Dalam pemaparannya, Ketua Dekranasda Banjarmasin Neli Listriani menekankan bahwa sasirangan memiliki nilai filosofis yang mendalam melebihi sekadar komoditas tekstil. Menurutnya, kain tradisional ini adalah representasi jati diri daerah yang harus dilestarikan melalui inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pelestarian dan pengembangan sasirangan harus dilakukan secara konsisten. Melalui kompetisi desain motif ini, kita berupaya memacu kreativitas para perajin serta desainer muda agar produk lokal kita semakin kompetitif,” ujar Neli Listriani.

Lebih lanjut, kompetisi yang direncanakan untuk tahun 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan posisi tawar produk Industri Kecil Menengah (IKM) sasirangan di pasar nasional maupun mancanegara. Selain itu, pemerintah berharap munculnya motif-motif baru dapat memperkaya khazanah kekayaan intelektual khas daerah.

Sosialisasi ini difokuskan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para calon peserta mengenai teknis pelaksanaan, tahapan perlombaan, serta tema utama yang akan diusung. Dengan persiapan yang matang sejak dini, para desainer diharapkan mampu melahirkan karya-karya unggulan yang merefleksikan kemajuan Kota Banjarmasin tanpa meninggalkan akar budayanya.