
BANJARMASIN — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperkuat strategi penanganan stunting dengan mengoptimalkan peran strategis tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyatakan bahwa guru PAUD merupakan instrumen kunci dalam upaya mencetak generasi sehat sekaligus meningkatkan mutu pendidikan sejak fase awal.
Agenda penguatan kapasitas penanganan stunting bagi pendidik PAUD tersebut diselenggarakan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.
Neli Listriani menjelaskan bahwa fungsi guru PAUD kini melampaui aspek pengajaran formal. Para pendidik diharapkan berada di garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak, memberikan edukasi gizi, serta mengarahkan pola asuh yang tepat kepada orang tua.
"Persoalan stunting berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat akan lebih siap dalam menyerap pembelajaran serta berkembang secara optimal," ujar Neli.
Menurutnya, penanganan stunting yang dimulai sejak jenjang PAUD merupakan langkah krusial untuk membangun fondasi pendidikan yang berkualitas di Banjarmasin. Oleh karena itu, Pemko mendorong adanya kolaborasi yang solid antara tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar intervensi yang dilakukan lebih akurat dan tepat sasaran.
Selain fokus pada kesehatan, penguatan kapasitas ini juga disinergikan dengan program wajib belajar satu tahun pra-sekolah yang tengah digalakkan di Banjarmasin. Neli Listriani pun menginstruksikan para guru untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan ramah anak.
Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan visi Banjarmasin sebagai kota yang peduli terhadap tumbuh kembang anak, bebas dari ancaman stunting, serta unggul dalam pencapaian pendidikan usia dini.