
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menginisiasi kegiatan pasar murah di Kecamatan Banjarmasin Tengah pada Rabu (4/3) sebagai langkah konkret mengintervensi angka inflasi yang menyentuh 6,00 persen pada Februari 2026. Agenda ini dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) melalui kolaborasi dengan Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR).
Pelaksana Tugas Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Investasi, Ari Yani, saat mewakili Wali Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, terutama dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri. Dalam operasi pasar kali ini, pemerintah menyediakan 1.000 paket kebutuhan pokok.
Setiap paket terdiri dari 2 kilogram gula pasir dan 2 liter minyak goreng. Komoditas tersebut dijual seharga Rp58.000, atau jauh di bawah harga pasar normal yang mencapai Rp73.000.
"Selisih harga sebesar Rp15.000 ditanggung melalui subsidi dari Forum BCSR," ungkap Ari Yani dalam keterangannya saat membuka acara bersama Sekretaris Disperdagin.
Program pengendalian harga ini menunjukkan tren peningkatan partisipasi sektor swasta. Sepanjang tahun 2026, sebanyak 44 perusahaan terlibat dalam penyaluran total 18.266 paket sembako di seluruh wilayah kota. Pemerintah Kota Banjarmasin pun menargetkan penyelenggaraan pasar murah sebanyak 185 kali yang tersebar di lima kecamatan selama tahun berjalan.
Sementara itu, Sekretaris Disperdagin, Noorsyahdi, menjelaskan bahwa terdapat perubahan mekanisme teknis dalam pelaksanaan pasar murah tahun ini guna meningkatkan efisiensi. Jika sebelumnya distribusi menggunakan sistem kupon melalui kelurahan, saat ini masyarakat cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin di lokasi pembelian.
Namun, Noorsyahdi menegaskan adanya batasan ketat dalam pembelian ini. Program subsidi pangan tersebut tidak diperuntukkan bagi personel TNI, Polri, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Satu orang hanya diperbolehkan membeli satu paket per hari dan pembelian wajib dilakukan secara langsung tanpa boleh diwakilkan,” pungkas Noorsyahdi.